LIFE LIFE LIFE

we do nothing except trying alive

Sabtu, 04 September 2010

entah jadi apa kesimpulannya.

my first post in september.
and it feels like i haven't write since a long time ago.
i love writing.

anyway,
entah karena apa, everyone look so annoying today.
seharusnya sih 'no excuse', tapi emang untungnya aku lagi ngga puasa, batal parah deh kalo puasa.
masalahnya,
emosi ini datang seperti setiap berpijak.
well, good things are just two-maybe.
dan dua-duanya ada hubungannya sama 'my adorable lecturer'.
thanks god.

hmm,
have you ever feel guilty because you are not thanking people to show your polite just because of their fault?
well, i would like doing that lately.
menyebalkan,
soalnya solusi terbaik yang bisa aku temukan hanyalah turunkan egomu dan bilang langsung aja terima kasih,
atau ngga usah dipikirin.
i'm a thinker,
dan aku juga ngga bisa bertindak seperti itu.
tambah emosi yang ada.
so, in fact, i just keep in quiet.

do what you wanna to do people!
i don't care about you!
you don't need to care of me if you don't know the rule anyway, ha!

Senin, 23 Agustus 2010

yang sudah tak dipercaya

ia dulu hanyalah seorang anak yang terkadang memiliki dunia sendiri, batasan dirinya sendiri, dimana ia bisa membuat dirinya nyaman di dunia ini, dimana ia bisa membuat dirinya menikmati yang ada di hadapannya..

kemudian matanya pun mulai terbuka. kemudian ia pun terkejut akan dunia yang sebenarnya. kenyataan bahwa sepintar apapun ia berusaha menikmati segalanya, segalanya itu tercipta bukan untuk dinikmati melainkan hanya menyakiti diri..

ia percaya akan adanya penyelamat, matahari di dalam kehidupannya. ia percaya bahwa selama ini, orang-orang yang berada di sampingnya, memang benar-benar ada di sampingnya. sahabatnya. yang mungkin pernah sempat dipenuhi berbagai macam intrik persahabatan, yang semakin bisa membuatnya percaya bahwa orang-orang inilah yang memang ditakdirkan untuk menjadi sahabat setianya, selamanya. dulu.
namun kini ia ragu. bukan karena ia merasa bahwa orang-orang ini tak pantas menjadi sahabatnya, namun lebih karena semuanya memang sebenarnya semu. pelajaran yang ia telah dapatkan adalah apa yang ia lihat belum tentu benar seperti kenyataannya. jadi lebih baik kalau orang-orang ini ia anggap sebagai mereka yang luar biasa baiknya, hanya saja belum bisa ia balas kebaikan mereka.

ia percaya cinta sejati akan tiba. meskipun selama ini sudah banyak lelaki yang melewati atau hinggap di hatinya tapi ia tetap percaya bahwa apabila salah satu dari mereka adalah cinta sejatinya maka mereka akan kembali padanya, tak peduli seberapa jauhnya ia dengan mereka ini. ia percaya bahwa terkadang mereka hanya tak jujur pada diri mereka sendiri. dulu.
karena kini ia sudah tak bisa percaya akan hal-hal yang tak pernah terlihat adanya, terwujud kenyataannya. semua yang ia puja bahwa ada nyatanya sebenarnya hanyalah mimpi yang tak bisa dipisahkan dari kenyataan, mimpi yang terbawa. kalau sampai sekarang ada seorang pria yang berkesan di hatinya, maka sebenarnya itu hanyalah kesan karena sikap sang pria yang terlalu menyentuh hati, namun bukan ia orangnya. entah apakah ada orangnya, hanya Tuhan yang tahu. daripada lelah terus menerka, lebih baik kau menunggu.

maka hanyalah ada keluarga, teman, dan jodoh yang ditunggu. sudah lelah dirinya mengotak-ngotakkan dengan rapi semua hal yang ada di bumi. lebih baik menikmati dan menjalani saja yang ada dan berusaha untuk kehidupan nanti...

tiga yang terjadi selama ini

ini ada hubungannya dengan perasaan yang sering dibilang-bilang sebagai cinta. yang sering diagung-agungkan sebagai cinta. meskipun padahal sebenarnya hanya perasaan sesaat. bukan yang long lasting time seperti yang sebenarnya diinginkan. ada tiga hal yang sama sekali tidak mengundang simpati untuk bertandang kepada cinta.


aku tak bisa kalau tak ada dia. entah mengapa dunia lebih terasa baik adanya jika ada dia. entah malam jadi buram apabila tak ada dia. entah siang jadi tak bersinar kalau ia tak ada. aku pun jadi tergantung akan dirinya..


aku tak bisa kalau ia pergi. hati ini sulit untuk menghapus bayangannya. malam terasa penuh akan gambaran dirinya. siang menjadi perwujudan senyumnya. hati ini pun sulit untuk melupakan dirinya..


aku paling tak suka menarik perhatian orang yang disukai temanku sendiri. karena bukan ia yang akan kumenangi saat berdiskusi. bukan ia yang akan menjadi alasan pertengkaran yang mungkin akan terjadi. dan bukan temanku yang seharusnya sakit saat ini. tidak ada dalam hidupku niat untuk merebut pujaan hati teman sendiri..




makanya memang cinta itu ngga boleh terlalu mengharapkan. cinta itu harusnya dibiarkan. karena belum tentu perasaan yang sekarang adalah perasaan yang sesungguhnya.


Jadi,
...
...
...
tanyalah pada hati...

Rabu, 18 Agustus 2010

Nimbrung Pembicaraan Tentang Jodoh

Kejadiannya tuh hari senin lalu. Setelah berbuka puasa bersama teman-teman sejurusanku itu, kami melanjutkan ke Salman untuk sholat Magrib (masih inget banget tuh kita sholat nya udah mepet-mepet waktu Isya sampe-sampe aku mempertanyakan, ini mesjid rame gara-gara masih banyak yang ngebut sholat Magrib ato dipenuhi oleh jamaah sholat Isya, hahahahahahahaha). Lalu aku bertemulah dengan sahabat yang mengisi kamar depan kamar kosan aku. She's the one who had the conversation later.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya aku berpisah di Salman itu dengan teman-teman sejurusanku dan memutuskan untuk pulang bersama si Lebah ini (sekali-kali pengen pake nama samaran, biar seru!). Karena si Lebah sedang dalam urgency situation, jadi kami pun (yap, aku ngga cuma pulang berdua sama si Lebah, tapi juga sama si Kiting dan adek angkatan mereka) sepakat untuk naik angkutan saja. Jadilah kami berjalan menuju kampus lagi. Lalu karena aku ingin membeli makanan terlebih dahulu, mereka pun menunggu aku. Saat aku selesai membeli makan, pembicaraan ini sudah dimulai (sepertinya).

Entah Kiting yang bertanya pada Lebah atau sebaliknya, yang jelas mereka berdua asik berdiskusi sembari ditonton oleh si adek ini. Bertambahlah aku sebagai penonton juga, namun penonton yang cukup cuek apabila dibandingkan oleh si adek karena aku juga sedang sibuk memakan jajananku. Tapi ternyata kemudian yang mereka bahas adalah apa yang sedang begitu aku butuhkan saat ini. That was so much great! Berhubung aku udah cukup lupa siapa yang ngomong apa, jadi aku ceritain intinya aja yap.

Well, merasa ngga sih kalau kita ini sering mempertanyakan perihal jodoh atau pasangan hidup? In my case, malahan lebih sering menduga-duga tentang ini-itu. Although moreless we can handle or control it, but sometimes, again in my case, sering pula ada kegoyahan. Faktanya, berdasarkan apa yang disampaikan oleh ustadz yang mengisi ceramah buka puasa sore hari itu di Salman, jodoh adalah yang tidak terduga, well ini biasa, namun tak terduga ini adalah bentuk perwujudan dari doa-doa permintaan jodoh kita selama ini. Dengan catatan, doa-doa yang dipanjatkan selama ini benar-benar serius dari hati yang paling dalam. Jadi misalnya meskipun si A sekarang jauh banget dari kriteria jodoh idaman kita, seiring berjalanannya waktu nanti, insyaallah si A ini bisa menjadi orang yang sesuai dengan doa yang kita panjatkan, apabila memang ia jodoh kita. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya.

Jadi kalau kita meminta jodoh yang baik kepada Allah SWT, insyaallah Allah akan memberikan jodoh yang baik, yang kemudian akan menjadi suami yang insyaallah begitu baik pula. Karenanya, setelah memanjatkan doa untuk mendapatkan jodoh yang baik, maka sebagai calon istri dari suami yang begitu baik, kita sebagai wanita pun harus bisa membentuk diri menjadi wanita yang baik pula sehingga kelak akan bisa mendampingi kebaikan suami kita tersebut. =) insyaallah. amin.

But really, insyaallah aku pun akan menjadi istri yang baik di kemudian hari...

Selasa, 17 Agustus 2010

The Sorcerer's Apprentice

Bisa dibilang wonderful, hmmm, mungkin saya akan sedikit berpikir dahulu. Namun ngga boleh mengatakan film ini jelek ataupun tidak bagus. Hanya di bagian akhir saja mungkin yang kurang menampar saya (sebagai penonton). But overall, it's one of great movies.


Yang pasti banget, film ini berhasil membuat saya (seingat saya sih) tertawa sepanjang cerita. Meskipun saya menangis karena terharu juga di bagian akhir, hahahahaha.. Akting Nicolas Cage, of course, great!! The funniest thing sih wajah pemeran utamanya, for me, mukanya kocak abisss!!!! Hahahahahaha..




Namun yang terpenting di sini adalah, some points that i would like to share. Points from my pointview...
First, Believe in yourself. Karena kekuatan kita datangnya ya dari diri sendiri. Sebisa mungkin asahlah diri kita sebaik mungkin, apalagi kalau ternyata kita punya seorang pengajar yang bener-bener kompeten, wah, manfaatkanlah!
Second, Jangan Pernah Menyerah akan Sesuatu. Karena meskipun awalnya tak terlihat hasil apapun atau malah lebih membuat diri kita sendiri sakit, terluka, or tired of it, pada akhirnya akan muncul waktu yang sepadan untuk membuktikan semua perjuangan kita itu..
Third, love is troublesome. Ini seharusnya bermakna ambigu. Makna pertama adalah bahwa cinta itu adalah sesuatu yang sulit diraih, diperjuangkan, dan dijalani. Cinta bukan suatu hal yang mudah. Bayangin, Dave nahan perasaannya selama sepuluh tahun ke si Becky. Terus si Balthazar harus bisa merelakan wanita yang dicintainya terkurung di dalam boneka pengurung (sebutan yang saya kasih, hahahaha) bersama orang yang paling jahat demi menyelamatkan dunia. Well, it's not easy, isn't it? Makna lainnya adalah cinta itu menyusahkan. Kenapa begitu? Ambil contoh dari film ini, Horvath berkhianat terhadap Merlin gara-gara tau kalau Veronica sebenarnya mencintai Balthazar, padahal sebenernya Horvath ini sahabat Balthazar juga. Jadilah persahabatan rusak karena cinta. Terus seorang pahlawan, bisa diancam dengan mudahnya kalau orang yang dicintainya disandera, dan bahkan ini mempunyai makna yang lebih luas, orang dicintai, ngga sebatas pacar aja, orangtua, saudara, dan sahabat juga pastinya termasuk. Ngga kebayang kan orang-orang yang kita sayangi terluka karena kita meskipun bahkan itu untuk alasan kebaikan. Pasti sedih. Yah, tapi untuk menjadi superhero pasti memiliki efek samping yang setimpal dengan pahalanya hahahahahaha..

Hmm, meskipun saya menulis poin-poin seperti di atas, bukan berarti saya sudah mematuhi semuanya lhoo.. Anyway, i'm just only human. Masih dalam masa pembelajaran juga. Kan hidup ini memang suatu pembelajaran =)