LIFE LIFE LIFE

we do nothing except trying alive

Selasa, 20 November 2012

The Sagas !!!

There's always a pros and cons from something. Books, songs, movies, and else. So does the twilight saga of course. A world wide novel about a vampire story, how can't it won't caused any pros and cons. Call me a admirer from the story. And we'll recall the saga since the beginning until the last part.

Twilight.
The novel. It's a little bit strange to realize that there's vampire live between us. But the writer -as here is Stephenie Meyer- can make the reader brought into the plot and imagine the story as real. And it easy to read. I was enjoying reading that book. Well, I think, these side from the writer that make the story goes world wide.
The movie. Become something that the fans have been waiting for. So, be ready for some judging. Unfortunately, the books mention many perfect character that must be so hard to be realized. So, first movie is good enough to show us who become Bella, her family, and her friends, Edward and his family, and of course, Jake. Also show how is Bella's house look like, vampire's house look like, the school look like, and don't forget about the beach! But the make up is sooo bad. Especially when you can compared it with the newer movies. Check it out:
Their pose are too
The skin become not so natural
No!!

New Moon.
The novel. Is a very heartbreaking story since most of the part is moments when Edward left Bella for her own sake. Although they won't be separable in the end. Still a good story though. Besides, we have werewolf now. So, you can start to enjoy this 'fiction' story that keep complaining about how a vampire is not exist.
The movie. Look at the Lautner's muscles! They are adorable. The sucks thing about this movie is suddenly, for me, Jake become more gentleman that Edward. Though I think it is true as the story told us. But I wanna see Rob's muscles too! And not seeing it in this movie. Not as good as Lautner's. But the make up team did a better job in this movie. Well overall, the story is good enough to see. Hey, what do you expect from a movie that based on a thick book? Good enough is more than enough, I think.
There's still Jacob though no Edward
Light Shape of the Muscles. Or Else?
Better look from vampire family, yeay!


Eclipse.
The novel. This is the worst novel from the saga. Just because reading it feels like Bella is cheating with Jake from Edward. Hell no! Edward has done bad enough in New Moon, but he's still the true gentleman. So I don't like this novel though Meyer has done a good story in it.
The movie. The light is too dark I think. I don't like Bella so much in this story. Period. But there's no fun being just contras, so I'll write the thing that I like most from this movie. Well, it is adorable seeing the werewolf are worked together with the vampires. Cool enough seeing pretty creatures like them, LOL.
Jake or Edward?
Edward or Jake?

Breaking Dawn.
The novel. Love it. Totally love it. I just spent two or three days to read this book untill the end. Immediately wondering about how reneesme gonna look like. Also wondering about the honeymoon and Esme Island, of course. Well, years past and I'm still speechless to describe about this book, about my feeling towards this book. Totally worth it!
The movie.
Part I. I actually cannot describe my feeling when I finally saw Edward and Bella's graduation, their wedding, their honeymoon, and the scary period when Reneesme still in Bella's belly. Undesribeable! :')

Before there's Reneesme
"Forever is only the beginning"


Part II. Make my adrenaline work faster, when I watched it and when I remember it. Tags is so true: the epic finale that will live forever... Well, what I like most from this saga is the people inside it become far better that the first sequel. They become much more adorable. All thumbs up. And tears come out. Epic that stays forever...
Last Awesome Battle!
"The Epic Finale that will live Forever"




So, what I think is that is worth to wait this story. No matter what people say. The last part will always break your heart.

But stay forever...

Selasa, 13 November 2012

Your 23rd Birthday

Dear love,

How are you today? Must be busy as usual.
What will you do there, hanging out in the lab or taking a little bit more expensive food? For your own exciting celebration.

I would love to congratulate you last night, but too sleepy to reach the midnight at your time or 10 p.m. in my time. So,
Happy birthday! May your wish come true. Be safe and stay healthy in somebody else's country. Get what you need and succeed in what you want. Always love and protect your family, though you can't do it with your hand but you do that with your heart. Never forget to 'have a chat' with and praying to Allah. Then Allah will always stay by your side, wherever you are. And hopefully the way you love me must be one of the ways you love Allah. Because I do, too.
Yeah, that's only one paragraph I want to say. I could be more than that but words just can describe that far. That Allah loves you. That's why I love you. The simplest way to say.

You're only 23rd once. Please enjoy it well. Wherever you are. Don't worry about getting lonely or missing your family. They never leave you. They stay in your heart. All you need to do is feel your warm heart. And then you'll see them.

Love you,
Your heart.

Jumat, 12 Oktober 2012

Dua Parameter Suatu Penilaian

Aku punya dua keluarga.
Keluarga yang benar-benar terikat secara jasmani, rohani, dan pernikahan. Dan ada pula keluarga yang terikat secara rohaniah saja. Mereka semua memiliki peranan dalam hidupku. Meskipun tentu kadarnya berbeda. Namun tetap saja, kamu suatu saat akan merasa ada yang hilang dalam hidupmu saat kau jauh dengan keluarga yang terikat secara rohanimu saja itu.

Aku pikir itu adalah yang bisa kusebut dengan sahabat. Padahal arti sahabat yang sesungguhnya saja aku tak tahu pasti. Namun pada saat itu, aku sudah menentukan sendiri apa definisi sahabat bagiku. Dan seiring berjalannya waktu, berkurangnya usia, pengertian itu mulai memudar, hingga lama kelamaan menghilang. Karena kini, sahabat itu sulit untuk didefinisikan. Karena kini, sahabat dengan definisi seperti dulu sudah tak ada.

Aku pun jadi berpikir kembali. Keadaan memang pasti berubah, namun selain itu apalagi yang berubah hingga aku kehilangan arti dari sesuatu yang penting dalam hidupku? Apakah aku yang berubah? Lingkunganku yang berubah? Atau memang mereka yang berubah? Kepastian akan semua jawabanku itu pun diberikan oleh sang waktu.

Aku punya banyak orang di sekitarku. Yang akan selalu terikat denganku meskipun tak berada di sampingku. Karena yang terpenting adalah keberadaan di hati. Bukan hanya di sebelah diri. Hingga jangan sampai ada seseorang yang tak ada di sini dan juga menghilang di hati. Barulah itu yang berubah. Barulah itu yang disebut perubahan. Karena kehidupan takkan selalu dipenuhi kehadiran seseorang. Hidup dan mati kan kau hadapi sendirian.

Tak hanya aku namun juga yang lainnya. Tak perlulah memberitahukan orang terkasih kapan tepatnya kita selalu memikirkan mereka. Namun tak usah kau ragu untuk kau memberitahu mereka, bahwa mereka takkan pernah hilang dari hatimu.

Dan semua pun melebur menjadi satu.

Kamis, 04 Oktober 2012

After A Long Time Has Gone

I still wondering why they hated me so much in that time.

Have been questioning few of them about this though. I knew but I can become not sure again. Especially when I get in the new environment. I will think about that time a lot. And worried that might be happened anymore.

I am thinking.
That as long as I try my best, that might not be happened anymore.
That I can use my ability to see how an environment works and prevent anything bad earlier.
That I can try as soon as I can to overcome the situation when it goes anywhere bad.
That God stays here with me, protect me from anything bad, and teach me some valuable lessons from life.

Then I am fine.
Because bad thing happened. Shit happened.
Because there is a demon in the world. Even in your heart.
But I will gonna be just fine.

I will be questioning again, why those shit things happened.
But until then, I also will be alive, enjoying my life.
Things happen and it matters.
But life is a choice, enjoy or lose it?

Sabtu, 28 Januari 2012

KKN di Subang

LOL. bukan saya kok yang sedang melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di Subang itu. Melainkan sahabat karib saya yang sedang disana. Sudah hampir satu bulan dia disana, jadi wajarlah kalau akhirnya saya kangen dia. Apalagi terakhir kali kami bertemu adalah saat saya tiba-tiba sakit beberapa waktu silam.

Tepatnya di daerah Darmaga, di deket Gunung Cisalak yang menjadi tempat mata air Aqua berasal. Saya, pacar saya, dan pacar sahabat karib saya itu hanya perlu menempuh waktu kurang dari dua jam untuk sampai ke tempat tersebut. Kami berangkat pukul setengah sembilan lebih dan sudah tiba di tempat tujuan pukul sepuluh tepat.

Udara kota Bandung di pagi hari sudah tercemar oleh asap kendaraan bermotor. Namun ketika kami memasuki kawasan Lembang, kesejukan pagi masih bisa terasa. Meskipun disana juga ada kendaraan bermotor. Hijau banyak memenuhi pemandangan di sebelah kiri dan kanan kami. Dan yang paling saya sukai adalah menyerap warna hijau yang berasal dari kebun teh.

Sesungguhnya saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai KKN yang dijalani sahabat saya. Fokus utama saya lebih kepada perjalanan yang kami lalui hingga sampai di tempat sahabat saya itu. Karena yang mengisi pemandangan kami tidak hanya sekedar warna hijau.

Ada banyak nanas yang bergelantungan di warung warung yang kami lewati sepanjang jalan. Kemudian muncul juga bentuk rupa salak. Juga manggis, yang sangat saya sukai. Hingga buah yang saya yakini kelengkeng namun ditentang mentah-mentah oleh pacar saya.

Sedikit perusak perjalanan ini adalah tamu bulanan saya yang tiba-tiba saja datang. Dan membawa rasa sakit yang begitu dalam. Tamu dengan rasa sakit yang tak muncul di saat yang tepat. Jadi setelah sampai di rumah singgah sahabat saya selama di Subang, saya mengistirahatkan diri dan mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan lagi. Karena pacar sudah ingin kembali jalan berputar-putar sekaligus makan dan membelikan saya sebotol Kiranti yang bisa sedikit membantu untuk meredakan rasa sakit, akhirnya saya pun menguatkan diri untuk bangkit.

Kami -saya, pacar saya, sahabat saya, dan pacar sahabat saya- berangkat pergi mencari makan. Ketika sudah sampai di pertigaan Cagak, sahabat saya mendapat kabar untuk segera kembali sebentar. Jadilah kami berputar arah kembali. Namun karena rasa sakit yang saya rasakan masih ada, saya pun meminta pacar saya untuk berjalan perlahan. Lalu kami berdua sepakat untuk berjalan pelan sekaligus mencari buah-buahan yang bagus untuk kami beli.

Satu, dua, tiga lapak kami lewati, hingga entah lapak keberapa saya putuskan bahwa disanalah terdapat buah manggis yang berkualitas cukup baik, kelihatannya. Tawar menawar, saya ambil satu jalinan ikatan manggis dan pacar saya membeli satu buah nanas dengan kualitas yang lebih baik dari nanas lainnya yang ditawarkan juga. Pacar meminta nanas dibersihkan dan mengajak saya untuk langsung makan di tempat. Jadilah kami berhenti menikmati buah-buahan tersebut itu dulu. Setengah nanas sudah habis dan empat buah manggis diambil, pacar tertarik pada duren. OKE, ada duren juga. Masalahnya adalah saya tidak suka duren. Dan pacar tetap memilih duren, lalu membelinya dan memakannya di tempat. Saya langsung menyingkir. Hahahahahaha, saya memang seanti itu dengan duren. Untungnya bukan jenis duren montong yang saya hadapi itu. Sehingga saat saya mendekati pacar saya lagi, ia tidak terlalu menyebarkan bau duren. Intinya, pacar saya makan banyak buah hari ini.

Dan dia lucu sekali! Hehehehehehe...

Baiklah. Itu saja sih yang mau saya ceritakan. Oh ya, kami berempat akhirnya tetap pergi makan bersama. Soto di sebuah warteg di dekat pertigaan Cagak. Menggunakan santan sebagai bumbunya sih, tapi rasanya lezat kok! Dan setelah makan, kami berpisah jalan karena saya dan pacar memutuskan untuk langsung pulang saja. Mumpung rasa sakit di perut masih bisa ditahan. Begitu kesepakatan saya dan pacar. Maka kami berdua pun batal mengunjungi mata air Aqua seperti yang sudah kami berempat bicarakan di awal. Sayang sekali memang. Tapi hari ini tetap tidak kalah menyenangkannya!

Jumat, 09 Desember 2011

Sang Pencinta

Jika malam sudah semakin kelam, kemanakah ia kemudian menyimpan rembulan?
Jika angin sudah berhembus semakin tajam, apalagi yang akan terserang kedinginan?
Jika gigi semakin bergemeretak, siapa lagi yang mau mengadu jantung untuk berdetak?
Jika sudah ada bintang di hadapan, untuk apa mencari lagi sang bintang di langit malam?


ketika hujaman mata menusuk ke dalam dada, dunia pun menjadi lengkap seketika. entah mereka akan berkata apa, telinga sudah tidak mau lagi terbuka. meskipun begitu ketidakpedulian bukan berarti tanpa makna, hanya saja perjalanan ini takkan berhenti hanya karena isapan jempol semata. ketakutan selama ini selalu berhasil membunuh harapan, hingga teman abadi muncul jua di hadapan. mereka yang sangat menyukai kabar berita, lebih baik ditutup saja suaranya.


kamu dapat percayai aku. aku dapat mempercayaimu. bulan pun kemudian menjadi penuh dan terlihat satu. permukaannya yang berwarna jadi menghiasi dada. ingatan tentang penuhnya bintang pun takkan pernah terlupa..

Sabtu, 03 Desember 2011

idiot lover ♥

aku engga mau kamu melihat orang lain selain aku..


well, kalo ada yang mau tau kata apa yang masih belum sempet terucap, kata-kata tersebutlah yang tidak terucap sama sekali. toh tak ada bintang yang mengawasi. bulan pun ada dibalik awan menyembunyikan diri. hanya lampu pengganggu yang membuat mulut ingin berteriak memaki.


aku engga tau kamu peduli kata orang tentang aku atau engga, tapi aku percaya kamu. yang paling penting kita yang saling percaya bukan? entah sejak kapan hingga usia senja nanti. aku disini berkata jadi malu sendiri. sudah tutupi saja wajah tak beremosi ini lalu kita berlindung menyimpan hari.


tau engga apa yang aku ingat kini?
hazelnut. 

Kamis, 01 Desember 2011

Days Without Rest

My last post was a month ago.
Well,
sebulan telah berlalu. Waktu yang datang dan pergi tanpa derapan ragu. Banyak hal yang terjadi di dalam hidup selama itu. Live like you're dying, so a month was a long time to enjoy. Apa aja yang bisa kamu dapat dari sebegitu banyaknya hal yang telah terjadi di dalam kurun waktu tersebut? Should be a lot. And it is.

Mulai dari persiapan ulangtahun si adek, workshop untuk si summer program-nya IRO, seminar penginderaan jauh yang keempat, group discussion bareng BNPP di Lembang, beauty class yang disponsori oleh Body Shop sama Wardah, sampai akhirnya hidup aku (terutama si ibu Adzani Septarini)cuma dipenuhi oleh PWK dan persiapan untuk pelantikan si anak-anak 2010 untuk bergabung di dalam IMG. Engga terlalu banyak ya ternyata? Tapi heboh lho itu. Oia, tumpukkan tugas kuliah, hal yang paling bisa bikin hectic malah lupa kesebut...

Sekarang udah tanggal 01 Desember aja. Di depan mata menyongsong ujian akhir semester, beserta tugas-tugas besar, tugas-tugas akhir semester, dan laporan praktikum yang ada di semester ini. Juga ada laporan kerja praktek yang menunggu dikerjakan dan tugas akhir yang udah harus mulai dicicil (karena kemungkinan besar pak Poerbandono, pembimbing tugas akhir yang paling aku sayang, tidak akan berada di Indonesia sekitar bulan April dan seterusnya). So I still have to keep my spirit and do the best for my days. Again, live like you're dying.

Postingan aku kali ini engga terlalu bersifat perasaan. Karena aku engga mau terlarut dalam perasaan aku dulu, energi yang aku punya sekarang harus dialokasikan untuk mengerjakan hal-hal dapat mengancam keberlangsungan hidup aku selanjutnya. Perasaan juga berhubungan dengan keberlangsungan hidup kok, cuma engga untuk dibahas sekarang aja, engga masalah kan?

Cheers,
Nurashi

Selasa, 01 November 2011

REAL STEEL : the real climax !!!

It feels always like this one below during the movie..
Awesome right? Right? Cool~ That's Zeus anyway. A very awesome robot. It's big. And very black. Very much black. But it's not the main character. Atom is. Well, I don't put Atom's pic, because it looks usual, like the other robots. Maybe cute a little bit. For appearances, Zeus will always win. It's so freaking awesome. YEAH~!

Anyways,
about the movie, it's worth to watch. Keep your adrenaline up and make you hold your breathe. Every scene of it. For a melancholic one, it also can make your tears out. 'Cause the effort this movie showing is much. Max and Atom fight for their will from the bottom until they can get the world's attention. For Max, to get his father attention, too. You can feel the effort if you watch it with your attention fully. What else will make your tears out? The bond from the father-son relationship. How Charlie left Max for a long time. How Max face his father after not having him for such a long time. And how they finally meet and bond each other. Even they are crying!!! And the plot ends when we are in our highest adrenaline's beat. Well, it makes me give that movie into a very good movie for all the time. You don't have to think about how it will end, 'cause it just ends.

Minggu, 30 Oktober 2011

Spring in London [by Ilana Tan]

Kisah tentang Naomi dan Danny.

Seorang model terkenal dari Jepang,
yang sudah cukup lama menetap di London.
Dan seorang artis terkenal di Korea,
yang sedang belajar untuk menjadi sutradara di London.

Suatu waktu, tempat, dan kebutuhan membawa mereka bertemu di suatu lokasi. Keberadaan suatu rahasia di masa lalu membuat salah satu dari mereka menjadi lebih tertutup. Namun dengan adanya keteguhan dan ketulusan hati salah satu dari mereka, hati yang beku pun akhirnya mencair.
Hanya saja, tak selamanya rahasia dapat tertutup di dalam hati. Terlebih lagi hati yang telah mencair. Dan suatu hari ketika masa lalu yang kelam itu terkuak diantara mereka berdua, muncullah kerapuhan dalam diri mereka. Jika yang satu merasa begitu bersalah, maka yang satunya lagi merasa begitu tak pantas. Hati yang terkejut butuh waktu untuk berdetak normal kembali.
Tak ada yang mengetahui berapa lama waktu yang tepat untuk menenangkan atau menyembuhkan hati. Terbentangnya ruang, jarak, dan waktu dapat menutup akal sehat yang selama ini selalu ada jika sedang bersama dirinya. Kerinduan atas perasaan yang nyata pun akan tumbuh membesar menunggu untuk dilontarkan. Penantian adalah anugrah bagi mereka yang pergi. Dan menjadi terlampau berharga bagi mereka yang menyadari.
Kalau yang ditunggu tak bisa datang kepadanya, ia akan pergi menemui…

“Tenang saja. Chris bukan orang yang akan mengkhianati sahabatnya sendiri. Dia tidak akan merampas milik sahabatnya. Dia sendiri yang berkata begitu. Jadi selama kau tetap bersamaku, maka kau akan aman.”

Winter in Tokyo [by Ilana Tan]

Kisah tentang Keiko dan Kazuto.

Seorang petugas perpustakaan,
yang memiliki saudara kembar yang terkenal.
Dan seorang fotografer terkenal dari New York,
yang melarikan diri kembali ke Negara asalnya.

Benang merah tanpa disadari mengikat erat hati mereka. Kekecewaan hati atas tidak terwujudnya hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan justru meluruskan benang merah tersebut. Namun kehidupan akan tetap selalu memiliki likunya tersendiri. Dan benang tersebut meliku hanya karena tindakan di masa lalu.
Apakah perasaan akan tetap sama jika sudah tak bisa mengingat apa-apa? Jika memang pasangan benang, maka tidak akan berubah. Mungkin akan selalu bertambah akan tetapi tidak akan berkurang. Meskipun keraguan tetap selalu ada. Karena keraguan pasti menghampiri setiap insan.
Cerita mereka ada untuk membuktikan betapa kuatnya suatu takdir tentang cinta pertama itu.


“Apakah kau punya cinta pertama juga?”“Ya. Kalau tidak salah namanya Keiko.”
“Siapa namanya? Yang memakai topi biru!” “Kitano Akira.”
Semua menertawakan rambut yang sudah tak memenuhi kepala Kitano Akira lagi. Nishimura Kazuto pun melemparkan topi birunya kepada temannya itu. Kitano Akira pun mengambil topi biru tersebut dan menggunakannya.

Autumn in Paris [by Ilana Tan]

Kisah tentang Tara dan Tatsuya.

Seorang penyiar radio di Paris,
dengan darah campuran Indonesia-Perancis yang mengalir dalam dirinya.
Dan seorang arsitek hebat dari Jepang,
dengan sejarah yang terkait pada kota Paris.

Seseorang pasti akan belajar mengenai perasaan istimewa yang sesungguhnya ada di dalam hati mereka. Bahkan oleh seseorang yang merasa sudah mengerti tentang perasaan tersebut. Dan perasaan seperti itu muncul dalam diam tanpa suara sehingga baru terasa di saat sudah membesar adanya.
Salah satu dari mereka sudah menyadari pesona dari yang satunya terlebih dahulu. Hal tersebutlah yang mendorong adanya waktu-waktu mereka bersama kemudian. Waktu dan kebersamaan mereka yang berharga, yang tak ternilai harganya. Yang menumbuhkan kasih di antara mereka secara perlahan namun pasti. Sehingga membuat mereka terlihat bahwa mereka tercipta untuk satu sama lainnya. Dan takkan pernah rela untuk melepaskan semuanya, melepas apa yang mereka miliki satu sama lainnya.
Namun kenyataan berkata sebaliknya. Takdir pahit menyelubungi kehidupan mereka. Membuat hal yang terasa berharga di hati menjadi hanya mimpi. Hingga seandainya ada harapan, sekecil apapun itu, untuk mengubah kenyataan, takkan ragu menggantungkan hidup pada harapan tersebut. Atau hidup lebih baik diakhiri saja. Karena hati kan sakit rasanya. Perih disayat dan penuh luka. Untuk apa hidup terus ada tanpa dirinya yang selalu berarti di dalam dada.

Ia ingin pengisi jiwanya selalu bahagia. Walaupun itu berarti dia harus menyerahkan seluruh hidupnya.
“Selama dia bahagia, aku juga bahagia. Sesederhana itu.”

Summer in Seoul [by Ilana Tan]

Kisah tentang Sandy dan Tae-woo.

Seorang blesteran Indonesia-Korea,
yang tidak terlalu antusias saat melihat seorang artis terkenal.
Dan seorang artis terkenal di Korea,
yang tak kunjung lepas dari isu masyarakat meskipun pernah melarikan diri karenanya.

Pertemuan mereka bukanlah karena disengaja. Hubungan mereka yang terjalin di kemudian hari pun tak pernah mempunyai maksud apa-apa. Tidak ada maksud untuk memiliki perasaan untuk menjadi lebih dari sebelumnya. Mereka hanya memiliki model ponsel dan nada dering telepon yang sama.
Namun seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya intensitas kebersamaan mereka membuat perasaan mereka berkembang. Tak bisa lagi mereka menghindari kasih yang begitu besar yang tumbuh di hati masing-masing dari mereka. Meskipun ternyata mereka dikaitkan oleh masa lalu yang penuh duka. Masa lalu yang membuat seorang dari mereka terancam tidak mendapatkan izin dari sang orangtua untuk melanjutkan kisah kasih di antara mereka.
Hingga akhirnya terjadi peristiwa yang membuat dunia melihat betapa mereka menyayangi satu sama lain. Betapa mereka membutuhkan satu sama lain. Betapa mereka diciptakan untuk satu sama lain…

“Mengapa kau menyimpan nomor teleponnya di nomor sembilan?”
“Dalam bisbol ada sembilan pemain. Kurang satu saja tidak bisa. Sembilan artinya lengkap. Kenapa aku menyimpan nomornya di nomor sembilan? Itu karena kalau dia ada, aku baru merasa benar, merasa lengkap. Dia nomor sembilanku.”

Jumat, 14 Oktober 2011

Kung Fu Panda 2

Setelah filmnya rilis, aku langsung ngebet banget pengen nonton tuh. Langsung dong aku menghubungi saudara aku si M yang paling possible untuk diajakin nonton bareng (lebih karena pertimbangan status pasangan dibandingkan intensitas kesibukan, hahahahaha). Dia udah oke dan nyuruh aku ngajakin saudara sedarah kita yang satu lagi D. Dia juga oke oke aja. Terakhir kali kita janjian nobar itu batal karena kesibukan si ibu M. Dan karena aku sempet tentang janjian terakhir itu, aku pun ngancem ngancem mereka, supaya mereka pasti dateng. Tapi akhirnya aku yaudah pasrah aja gitu, terserahlah nantinya mereka mau gimana. Singkat cerita, saat hari H, aku harus ke kantor (saat itu aku masih dalam jangka waktu kerja paktek) dan ternyata ada yang harus dibahas dulu di kantor sehingga si aku ini engga bisa segera pergi meninggalkan kantor. Udah diburu-buru ngejar dapet si film, tapi waktu sampe di tempat tujuan terlalu mepet. Dan aku pun sudah berjanji untuk melakukan hal lain dulu bersama teman baikku untuk melepas stress di kantor. Beneran agak kesel-kesel gimana gitu kita emang. Makanya kita berdua butuh hiburan banget. Bukan si nonton tapi. Jadilah aku ketinggalan engga nonton filmnya. Padahal tiketnya udah dibeli. Ah, engga enak banget...

Oke skip. Itu awal cerita bagaimana aku engga jadilah langsung nonton si Kung Fu Panda di bioskop. Dan karena itu udah mepet lebaran, jadilah juga engga sempet dan tentunya kehabisan si film pas udah balik ke Bandung lagi. Namun karena teman baikku (yang udah sempet aku sebutin di atas) itu punya file film ini, aku pun merasa tenang, paling engga aku bisa minta sama dia. Tapi aku engga sempet-sempet ngopi nih (sempetnya ngopi Gossip Girl doang, hehehehehe). Sampai aku akhirnya minta sama senior aku, cuma gara-gara aku lagi ngerjain laporan kerja praktek dan sedang kebosanan, terus minta deh. Panjang ya ceritanya.

Dan film ini baru sempet aku nikmati malam ini.

Still is fun. Laugh a lot during the movie and enjoying this so much~!
Po is still so cute!!! His ability makes him looked cooler.
The story shows us so many about humanity. So we can learn a lot from this movie but we can still be laughing in it.
For me, all of the line of story are interesting. There's no bad a part. Not so good maybe. But not bad. It's a good movie to watch. And so touchy.
My favorite parts are :

  • When the-not-real-dad told the truth about where's Po coming from
  • When Po finally knew about his come from
  • When Po finally learn about the inner peace and save China!!
Love those, very much.

Dan sedihlah pas momen yang pertama itu. Pas si bebek (atau jenis unggas apapun sesungguhnya ia itu) tukang mie cerita tentang pertama kali dia nemuin si kecil Po, yang lucuuuuuuu banget! Perhatikan wajah si unggas dan bisalah kau melihat bagaimana besarnya perasaan ia kepada Po. Betapa si unggas sungguh memutuskan untuk mengurus Po dengan sepenuh hatinya. Dan dari raut wajah dan sorot matanya, kamu bisa lihat betapa sayangnya ia kepada makhluk imut di depannya. Kasih sayang orangtua kepada anaknya. Kasih sayang yang sungguh-sungguh. Kasih sayang yang sesungguhnya.
Mulai menyentuh hati.

Terus diceritainlah apa yang terjadi sama orangtua Po sebenarnya, kalo mereka ngebuang Po demi nyelamatin si Po. Betapa mereka bahagia menjalani kehidupan mereka dahulu, sebelum negara api datang menyerang........ er, bukan avatar kok ini, negara api hanya sebagai intermezzo supaya airmata aku engga mengalir menetes. Tapi memang desa tempat tinggal Po dulu itu bener-bener termakan api gitu. Jahat banget deh ini binatang jahatnya. Harus liat ya, betapa si ayah panda berusaha menyelamatkan orang-orang di sekitarnya, terutama anaknya. Dan harus liat juga, saat-saat sang ibu menenangkan anaknya di kotak tempat menaruh sesuatu, dan perlahan, meskipun berat, sang ibu meninggalkan anaknya untuk mengalihkan penjahat-penjahat kepada anaknya.
Aaaaaaaaa~ semakinlah menyentuh hati. Engga tega sia ngeliatnya...

Terus terus si Po akhirnya bisa nemuin inner peace gara-gara dia bisa menerima masa lalunya. Dia mengenang semua ingatan yang selama ini sebenarnya menyiksa dirinya dan menerimanya dengan masa kini yang ia lalui. Ia mengenang banyak hal. Hal yang membahagiakan terjadi. Lalu harus terpisah karena tragedi. Hal yang membahagiakan datang lagi. Namun tak pernah lepas dari kenangan sang elegi.
WOW! Inner peace come to the present from the past for the future!
Ngarang banget. Hahahahahaha.. aku kan memang pengarang, sorry deh.

Intinya, film ini begitu menyenangkan, menggoyahkan hati, dan penuh perasaan.
Jantung ini berdetak begitu kencang bahkan hanya ketika mengingat sang cerita... Lovely!

Selasa, 11 Oktober 2011

realization

it's their time. not us. it hasn't been my time yet.


ours is still waiting.


and for me,
waiting is doing my favorite things..

Senin, 10 Oktober 2011

Beng Beng Lima

Hey,
why are we so fit together, huh?


Is that just in mine?
Or you also think so?


Then why you would not be in here?
Why don't you try to reach me or whatever?


Well,
I don't know what to say anymore.

Tulisan setelah Hujan - Part.2

Hujan datang di tengah keramaian. Sehingga tak ada waktu lagi untuk sempat merasakan kesepian yang ada di lubuk hati terdalam. Celotehan semua orang selalu saja mengisi ruang. Tak memberi kesempatan hati untuk merindukan.


Sudah tak ingin lagi sesungguhnya ada harapan tentang ia. Sudah dikatakan oleh kami di dalam hati bahwa jalan sudah di ujung dalam pencapaian cinta. Sudah terlalu terasa lelahnya hati ini selalu memikirkan ia. Sudah terlalu lama hari ini berlari terbang ke angkasa dan kemudian juga jauh berdebam keras karena cinta. Sudah takkan ada lagi kecemburuan setiap kali ada orang lain bersama dirinya.


Namun ada hal-hal indah yang takkan mati tentang dirimu. Dan hari-hari seakan terisi oleh bayangan dirimu. Hati menolak terluka olehmu. Namun hari menghirup kehausan penuh dirimu. Bisa kuhentikan harapan penuh di hati akan kamu. Hanya saja tak pernah bisa kuhentikan kerinduanku padamu.


Tak kukatakan diriku berdiri di persimpangan. Aku sudah memilih suatu jalan dan menempuhnya. Namun bayangmu kuat dan tak pernah menyerah untuk selalu ada. Sehingga tanpa kusadari, sesungguhnya ku tak pernah berhenti memikirkan dirinya.


Menjerit di kala sepi. Menangis di kala sendiri. Perasaan memenuhi dada ini.


Hujan menitik di setiap kulitku. Aku berlari menghindarinya semampuku. Genangan air berlalu cepat di bawah sepatuku. Langit hanya menatapku sendu.


Hujan, aku rindu ia.
Hujan, aku baru bertemu lagi dengannya.
Hujan, aku tak ingin lagi berpisah dengannya.


Aku tak peduli lagi.
Jika rasa ini terus ada. Dan harapan mulai terasa nyata. Mungkin aku akan melangkah ke tempat yang berbeda.


Tuhan, siapakah ia?

Sabtu, 08 Oktober 2011

The End of The Season

There's a reason I said I'd be happy alone.


It wasn't cause I thought I'd be happy alone. It was because I thought if I loved someone and then it fell apart, I might not make it.


It's easier to be alone. Because what if you learn that you need love and then you don't have it? What if you like it and lean on it? What if you shape in your life around it and then it falls apart?


Can you even survive that kind of pain?
Losing love is like organ damage.
It's like dying.


The only difference is death ends.
This...


It could go on forever.




Meredith Grey

Kamis, 06 Oktober 2011

rootbeer bottle

hei you!
I have something I've prepared for you to see when you finally come.
hei you,
there're a lot of questioning, wondering, and worrying about ours.
so you,
come and take this then.

Kamis, 22 September 2011

Tulisan setelah Hujan - Part.1

Kini aku menulis kisah tentang dirimu...
karena rindu tak bisa terbendung lagi di hatiku...
hati ini hingga menjerit menginginkanmu...

Mengapa kau tak muncul lagi di hadapanku?
Mengapa kau tak mewarnai lagi hariku?
Mengapa kau tak menghangatkan lagi hatiku?

Aku ingin menjerit memanggilmu,
meneriakkan namamu tak hanya di hatiku,
hingga kemudian kudapatkan kepastian hatimu...

Hujan turun mewakili air mataku,
yang sudah terlalu penuh menahan kerinduan kepadamu,
karena hari tak terasa jika tak ada dirimu...

Kemanakah kamu?
Aku mencarimu..
Tolong janganlah lagi tak mencintaiku...