aku udah ngga tau apa yang harus aku pikirkan
tentang kamu yang tak urung pergi dari sampingku
aku lelah berpendapat ini itu
sementara kamu tidak kemudian menunjukkan batang hidungmu
aku ingin menghapus bersih segala bayangan dan pikiran tentangmu
namun semua tentang kamu seperti mengikat erat diriku
aku tak mau lagi berlari mengejar arah
karena kuingin ia terbentang di hadapanku
aku selalu tak ingin pedulikanmu
tentang matamu,
tentang senyummu,
tentang raut wajahmu,
tentang gaya bicaramu,
tentang kebiasamu yang lucu,
tentang ajakanmu terhadapku,
tentang dirimu.
namun lagi-lagi aku terikat erat oleh dirimu
yang bahkan tak berdiri satu bayangan denganku
kemudian aku hanya berpikir,
apakah kamu?
apakah benar itu?
apakah nyata ini serius?
apakah ya bahwa kamu?
apakah perasaan ini betul?
apakah memang denganmu?
semua masih ambigu,
dan aku pun masih terlalu malu,
untuk mengakui bahwa aku terus memikirkanmu,
bahkan dalam tidurku,
aku hanya masih tak ingin sakit lagi...
Tempat seorang manusia biasa menceritakan apa yang terlintas di pikirannya dan kisah-kisah yang menyentuh hatinya dalam hidupnya...
LIFE LIFE LIFE
we do nothing except trying alive
Tampilkan postingan dengan label sajak bernada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak bernada. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Oktober 2010
Minggu, 15 Agustus 2010
bayang semu di penghujung pagi
aku merasa pilu di sekitar kepalaku,
dan tawamu seperti menghantuiku..
malam ini gelap,
namun wajahmu terlihat jelas di pantulan mataku..
apa yang kamu mau,
dan apa yang membuatmu ragu..
lalu semua mulai tak bisa kuamati,
mulai dari awal aku mengerti hingga kini aku berhenti mengerti..
ada apa dengan dirimu?
yang biasanya tak pernah absen menggangguku.
rasa sakit karenamu,
mulai menghilang dan mejadikanku rapuh.
mungkin memang kamu yang membuatku mampu,
karena kini aku beku.
bahkan aku berhenti melangkah menuju jalan yang kita tuju,
dan membelokkan arah demi menjauh dari bayangmu...
dan tawamu seperti menghantuiku..
malam ini gelap,
namun wajahmu terlihat jelas di pantulan mataku..
apa yang kamu mau,
dan apa yang membuatmu ragu..
lalu semua mulai tak bisa kuamati,
mulai dari awal aku mengerti hingga kini aku berhenti mengerti..
ada apa dengan dirimu?
yang biasanya tak pernah absen menggangguku.
rasa sakit karenamu,
mulai menghilang dan mejadikanku rapuh.
mungkin memang kamu yang membuatku mampu,
karena kini aku beku.
bahkan aku berhenti melangkah menuju jalan yang kita tuju,
dan membelokkan arah demi menjauh dari bayangmu...
Minggu, 18 Juli 2010
saat hari terus hujan tanpa henti
you fall down,
you fall down,
and i stay the same here..
you drop off,
and still drop,
i'm off from anything my world thing..
i love you,
i did, i do, i will always do,
'cause you are here to full fill my heart..
you fall down,
and i stay the same here..
you drop off,
and still drop,
i'm off from anything my world thing..
i love you,
i did, i do, i will always do,
'cause you are here to full fill my heart..
Rabu, 30 Juni 2010
Malam di Saat Cahaya Remang
Hei,
percaya atau tidak, aku ada di sini.
terlihat atau tidak, aku ada di dekatmu.
begitu anggapku.
sayangnya haru biru dan masa lalu menghalangiku..
keberadaanmu dan auramu juga sepertinya tak mau..
Jadi,
sebenarnya aku harus bagaimana?
aku ingin menjadi kunang-kunang,
menerangi malam remang.
aku ingin menjadi hujan,
yang membasahi dataran gersang.
Gelap namun terang,
sisi aku.
semua masih semu seperti yang lalu lalu,
atau selalu semu jikalau aku masih mengingat masa lalu?
yang dulu sudah pergi namunnya,
dan di sini hanyalah sebuah keremangan,
tak lebih.
percaya atau tidak, aku ada di sini.
terlihat atau tidak, aku ada di dekatmu.
begitu anggapku.
sayangnya haru biru dan masa lalu menghalangiku..
keberadaanmu dan auramu juga sepertinya tak mau..
Jadi,
sebenarnya aku harus bagaimana?
aku ingin menjadi kunang-kunang,
menerangi malam remang.
aku ingin menjadi hujan,
yang membasahi dataran gersang.
Gelap namun terang,
sisi aku.
semua masih semu seperti yang lalu lalu,
atau selalu semu jikalau aku masih mengingat masa lalu?
yang dulu sudah pergi namunnya,
dan di sini hanyalah sebuah keremangan,
tak lebih.
Minggu, 09 Mei 2010
Jumat, 30 April 2010
.hidup.
Tuhan datang berkata nyawa
semburat cahaya mewarnai telaga
repih resap menyelubuk jiwa
dan hiduplah merupakan fana
seakan tak pernah lelah berupa
memandang dan berbahagia
pejamkan mata lalu rasakan segala
orang buta bisa lebih bermakna
dirasa muka lelah mulai tiba
alur talian ini entah lama atau tidak
fajar selalu menyongsong setiap pagi
dan hidup masih bersama hari ini
kala ada lelah berusaha
mati terasa lebih baik saja
tapi ada terus lelah
dan merasa waktu tak pernah cukup jua
berjalan terus tak berhenti
seperti merasa sudah benar diri
tak tahu kita sedang dinasehati
Tuhan kirim semua cobaan ini
satu saja yang bisa melegakan hati
sebenarnya bukan cinta yang selalu diserukan remaja zaman ini
hanya satu keikhlasan di hati
yang dapat memberi keringanan saat maut datang nanti...
Rabu, 28 April 2010
Awal Puisiku Yang Baru
Mengapa awan tak pernah menyingkapkan tirainya
Mengapa pelangi tak kunjung datang menunjukkan dirinya
Mengapa aku selalu tak berdaya
Lalu hanya berupaya adanya
Telah lama rasanya mentari hinggap di bahu bumi
Tak kunjung tiba waktunya ia ada di hati kami
Lama sekali rasanya aku tak berpuisi
Namun kini ternyata ia berada di halaman ini
Manusia berupaya semampunya
Aku ada manusia yang berupaya
Namun selalu merasa tak pernah semampunya
Tuhan melihat dari atas sana
Hamba-Nya tak pernah berdaya
Namun sesungguhnya ia selalu menumbuhkan di doa
Adakah waktu di kala aku kehilangan kata kata
Ialah yang membuatnya
Adakah waktu aku kehabisan kesempatan
Seakan aku tak pernah berupaya
Namun pernahkah aku sesungguhnya percaya
Bahwa selalu ada kesempatan kedua...
Mengapa pelangi tak kunjung datang menunjukkan dirinya
Mengapa aku selalu tak berdaya
Lalu hanya berupaya adanya
Telah lama rasanya mentari hinggap di bahu bumi
Tak kunjung tiba waktunya ia ada di hati kami
Lama sekali rasanya aku tak berpuisi
Namun kini ternyata ia berada di halaman ini
Manusia berupaya semampunya
Aku ada manusia yang berupaya
Namun selalu merasa tak pernah semampunya
Tuhan melihat dari atas sana
Hamba-Nya tak pernah berdaya
Namun sesungguhnya ia selalu menumbuhkan di doa
Adakah waktu di kala aku kehilangan kata kata
Ialah yang membuatnya
Adakah waktu aku kehabisan kesempatan
Seakan aku tak pernah berupaya
Namun pernahkah aku sesungguhnya percaya
Bahwa selalu ada kesempatan kedua...
Rabu, 08 April 2009
suasana sore itu
aku keluar dari gedung besar yang dipenuhi orang-orang .. melihat sekilas kehadiranmu namun jantung berdegup terlalu kencang sehingga membuat langkah kaki tertahan .. jelas itu kamu .. jelas itu jantung kehidupanku .. tangan kosongmu membawa-bawa hatiku .. hingga ku tak mampu menolehkan wajahku padamu
kurasa seperti terucap kata dari mulutku saat itu .. namun desir darah yang mengalir membuatku lupa akan apa itu .. apa yang sedang kuhadapi .. apa yang kukatakan .. aku hanya menelengkan kepalaku ke satu sisi .. menikmati satu sisi kehidupan .. dan tak berani menelengkan ke arah satunya lagi .. mungkin hanya karena aku takut semua berbeda dengan yang aku harapkan
di sana ada kamu .. kamu yang berdiri bersandingan dengan daun hijau berteteskan embun dan diiringi burung-burung yang berkicau riang .. tak ada kesederhanaan terpancar dari aura sekitarmu .. hanyalah keindahan berlebihan yang kulihat dari dalam dirimu
bunga di wajahku bersemu merah .. kelopak wajah tak pernah tertutup .. dia di sana melihat diriku tak berdaya .. dia tau .. namun kemudian dia lari menjauhiku
dia menutup pintu dirinya keras-keras .. dan tak menoleh ketika ku panggil
kurasa seperti terucap kata dari mulutku saat itu .. namun desir darah yang mengalir membuatku lupa akan apa itu .. apa yang sedang kuhadapi .. apa yang kukatakan .. aku hanya menelengkan kepalaku ke satu sisi .. menikmati satu sisi kehidupan .. dan tak berani menelengkan ke arah satunya lagi .. mungkin hanya karena aku takut semua berbeda dengan yang aku harapkan
di sana ada kamu .. kamu yang berdiri bersandingan dengan daun hijau berteteskan embun dan diiringi burung-burung yang berkicau riang .. tak ada kesederhanaan terpancar dari aura sekitarmu .. hanyalah keindahan berlebihan yang kulihat dari dalam dirimu
bunga di wajahku bersemu merah .. kelopak wajah tak pernah tertutup .. dia di sana melihat diriku tak berdaya .. dia tau .. namun kemudian dia lari menjauhiku
dia menutup pintu dirinya keras-keras .. dan tak menoleh ketika ku panggil
Langganan:
Postingan (Atom)