LIFE LIFE LIFE

we do nothing except trying alive
Tampilkan postingan dengan label pemikiran matang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemikiran matang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2011

Suki no Kaze

Ada orang yang takut untuk bisa mencintai sesuatu hanya karena terluka. Padahal dengan mencintai sesuatu itu kita bisa lebih menikmati hidup. Juga bisa melihat bagian indah kehidupan yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Luka yang diakibatkan oleh cinta, ada karena memang seharusnya. Karena koin selalu memiliki dua sisi. Begitu pula kehidupan.

Orang yang masih belum bisa berani untuk kembali mencintai sesuatu tidak dapat melakukan apapun kecuali membuka pikiran terhadap lingkungan sekitarnya dan membuka sedikit pintu hatinya. Biarkan angin meniup sejuk di dalam hatimu, meskipun hanya bisa seujung kuku jari tanganmu. Orang-orang yang dapat melakukan hal tersebut tidak bisa melakukan apapun terhadap orang-orang yang masih belum bersedia melakukannya. Orang-orang yang bisa tidak akan didengar perkataannya namun lebih dilihat perbuatannya. Perkataan memanglah penting untuk menyampaikan sesuatu, akan tetapi bukankah lebih penting lagi mewujudkan segala kebaikan langsung dengan perbuatan?

Keberanian untuk mencintai lagi adalah perwujudan dari kebangkitan atas rasa sakit. Saat merasakan cinta, kita akan mendapatkan pelajaran berharga. Namun pelajaran yang didapatkan dari kebangkitan diri atas rasa sakit, pelajaran yang didapatkan dari pemulihan luka, adalah yang paling berharga. Sayangnya, luka tidak akan ada tanpa terjatuh sakit terlebih dahulu. Maka tiada daya yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk menghindari luka kecuali menghadapi dan menerima pelajaran di dalamnya.

Orang yang rugi bukanlah orang yang masih takut untuk mencintai dan terluka. Orang yang merugi adalah orang yang tidak bisa mendapatkan pelajaran apapun dari luka yang dideritanya. Maka dari itu, saat kau terluka, janganlah kau khawatir tidak dapat melihat apa-apa. Karena sesungguhnya, pelajaran yang dapat ditangkap oleh seseorang berbeda jangka waktunya dengan seseorang yang lain. Jalani saja hidupmu terus, melangkahlah terus, injaklah duri itu terus, dan obatilah luka-lukamu.

Sembuhlah lukamu jika kau bisa duduk tenang sebentar di jalan yang sedang kau lalui itu. Juga sembari melihat lingkungan sekitarmu. Apa yang ada di jalanmu? Apa yang ada di sekitarmu? Sehingga kau bisa terluka. Sehingga kau bisa tak punya pilihan lain selain menginjak duri-duri di hadapanmu,

Yang tahu dari jawaban segala pertanyaan kehidupanmu hanyalah kamu. Dan Tuhanmu. Orang lain hanyalah membantu. Orang lain hanyalah perantara Tuhanmu.

Jadi sekarang, pejamkan matamu dan rasakan angin yang melaluimu. Biarkan angin meniup membantumu menyembuhkan luka. Karena angin dapat juga membantumu berpikir tanpa keharusan.

Senin, 11 April 2011

Makna sesungguhnya dari Mario Teguh

Semalam terdengarlah quote indah dari seorang Mario Teguh :
Menarilah seperti tidak ada yang melihat, Menyanyilah seperti tidak ada yang mendengar, Mencintailah seperti tidak ada yang terluka


Well, awalnya tidak terdengar seperti sesuatu yang mudah dijalani. Karena mereka yang melihat tarian dan mendengar alunan melodi akan segera menilai. Dan dalam setiap cinta selalu ada luka. Memang sudah sewajarnya. Jadi perasaan ini sedikit berkata bahwa kali ini bapak Mario Teguh tidak terlalu membantu. Saya pun tidak mau melanjutkan memahaminya untuk mengerti lagi.


Namun ilham akan kutipan tersebut tiba-tiba muncul ke permukaan. Dalam sekejap makna sesungguhnya seperti terdengar, jauh lebih dalam, dan seperti biasa, selalu membantu untuk menjalani kehidupan. Ternyata saya masih belum bisa salah dalam menilai seorang Mario Teguh. Karena kini bahkan saya menangkap dua makna yang sangat indah dari kutipan perkataan beliau.


Penilaian dan luka memang akan selalu ada. Tapi bukankah dengan penilaian kita jadi bisa mengetahui dimana kesalahan kita dan memperbaikinya? Dan bukankah kita juga bisa belajar sesuatu dari luka yang kita dapat? Terlebih lagi, pelajaran dari sebuah luka akan memberikan hadiah kedewasaan yang dapat menuntun kita menjalani kehidupan. Saya rasa benar. Jadi saya yang tidak bisa melihat makna yang sesungguhnya dari kutipan di atas adalah seorang yang masih tertutup oleh rasa takut. Dan rasanya semua orang juga memiliki rasa takut. Hanya saja, biarkan tirai ketakutan itu terbuka dan kemudian kita akan dapat melihat banyak hal indah, tidak hanya dari sebuah kutipan melainkan juga dari perjalanan kehidupan kita ini. Hingga betapa indah juga sang cinta itu sesungguhnya. Jadi, bukalah tirai ketakutan.


Keindahan yang terdapat pada suatu hal tidak akan bisa keluar sepenuhnya apabila insan yang menjalankannya tidak bisa menikmati apa yang sedang ia rasakan. Bukankah kita menginjakkan kaki di atas bumi pertiwi ini dengan jiwa dan raga? Dan mereka berdua adalah dua elemen yang saling mendukung. Sehingga sebuah raga yang utuh dan sempurna tidak akan bisa menghasilkan suatu hal yang indah tanpa jiwa yang menyertai. Dan jiwa itu akan keluar sepenuhnya apabila kau sedang sendiri. Atau kau memejamkan matamu, berhubungan dengan ruangan jiwa di dalam dirimu. Kemudian kamu akan menikmati tarian yang kau tarikan, merasakan melodi yang keluar dari nyanyianmu, dan bersyukur akan cinta yang mengiringimu. Bahwa sebenarnya cinta dapat membuatmu lebih hidup menjalani kehidupanmu. Intinya, hubungilah ruangan jiwamu.


Menarilah seperti tidak ada yang melihat...
Menyanyilah seperti tidak ada yang mendengar...
Mencintailah seperti tidak ada yang terluka...


Cobalah seperti tidak akan gagal

Selasa, 22 Maret 2011

sedikit tentang jodoh[menurut]ku

Orang bilang "Jodoh itu sudah ditentukan oleh Yang Di Atas"
Salah satu temanku mengajukan teori lanjutannya "Jodoh itu tetap harus dicari, tapi jodoh itu sudah di-approve sama Yang Di Atas"

Bagi aku sama saja. Jodoh masih terlalu kelabu di mataku. Sebenarnya hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah, hanya saja selama perbedaan antara jodoh dan nafsu masih belum bisa diketahui secara pasti, hal seperti itu akan menjadi masalah.

Rasanya pasti selalu ingin kalau orang yang kita sukai merupakan jodoh kita. Atau pacar kita kini yang menjadi jodoh kita. Sayangnya bahkan sepasang anak manusia yang sudah terikat tali pernikahan pun belum tentu berjodoh. Membayangkan hal tersebut, rasanya begitu miris apabila orang yang sudah kita sayang begitu dalam ternyata bukanlah jodoh kita. Membayangkannya membuatku seringkali merasa tidak bisa konsisten. Akan tetapi konsisten juga bukanlah jawaban yang tepat.

Perasaanku kepada seseorang yang pernah terasa begitu dalam mungkin hanya karena aku tak ingin menjadi orang yang tidak konsisten. Atau memang karena aku sendiri yang terlalu memagari dua hal yang berbeda tanpa memikirkan tentang kemungkinan si kelabu?

Di satu sisi ingin sekali segera bertemu dengan orang yang telah dijodohkan oleh kita. Namun di sisi lain masih terdapat perasaan ragu apakah memang sudah benar dia? Sudah begitu, aku sebenarnya, benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencari jodoh itu. Apa yang benar-benar harus dilakukan?

Lalu kutemukan jawaban yang sedikitnya mungkin membantu. Perbuatan itu tidak mesti langsung menuju kepada objeknya kan? Mungkin sebenarnya yang harus dilakukan untuk mencari jodoh, selain berinteraksi dengan lawan jenis, adalah melakukan yang baik untuk diri sendiri. Kenyataan membuktikan bahwa kita akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar tepat dengan diri kita. Dan memang segalanya dimulai dari diri kita bukan?

Ibu dari seorang temanku pun memiliki jawaban yang menenangkan mengenai jodoh. Bahwa sebenarnya kita akan mengetahui seperti apa rasanya seorang jodoh itu. Kita akan mengerti bagaimana yang tepat itu sebenarnya.

mencari, menunggu, dan menanti dengan pasti..

Kamis, 18 November 2010

AKU BAHAGIA

ALHAMDULILLAH AKU TERMASUK GOLONGAN ORANG YANG BERBAHAGIA =)






meskipun masih banyak hal yang masih kupandang sebelah mata,
masih banyak hal yang tak sempurna di atas kedua tanganku,
meskipun masih belum mampu menghasilkan sesuatu yang nyata dan terasa benar berharga,
masih belum dewasa dan mampu mengatasi masalah dengan baik...


meskipun masih menjadi seorang anak yang bandel dan sering menyusahkan kedua orangtuanya,
masih belum bisa menjadi kakak yang memberikan contoh yang baik untuk adiknya,
masih belum bisa menjadi sahabat yang benar-benar baik,
belum bisa menjadi teman yang menyenangkan dalam segala keadaan,
meskipun aku manusia biasa yang mempunyai segudang kesalahan...


meskipun aku tak pernah memeluk bintang,
tak pernah juga mengundang malam,
tak berani mencoba menghangatkan matahari,
ataupun menyiram hujan,
meskipun aku hanya mampu merasakan apa yang sudah diberikan...






karena yang paling penting adalah menikmati keadaan kita saat ini..
dan tak lupa bersyukur akan nikmat yang telah diterima..
jangan lupa berdoa (dan shalat lima waktu)
Subhanallah...
Aku bahagia, ya Allah...

Rabu, 10 November 2010

Aku Tentang Dia

Kalau aku tentang dia, aku tak yakin dapat berpendapat sedini ini tentang dirinya. Aku takut hanya besarnya gelombang perasaan sementara itu sebenarnya. Tahukah kamu bagaimana rantai cintaku? Well, mungkin ada yang seperti aku.


Suddenly having a butterfly in your stomach.
Then few of accidentally conversation.
But after that NOTHING happen.
Until one day, BOOM, the feeling just gone.


Anyway, it's my secret. Hahahahahaha.. So i don't believe in love. Above is my reason. Tapi keren lho pola itu. Karena sebenernya pola itu hanyalah suatu alasan karena belum waktunya aku (atau kamu) ketemu jodoh yang udah dituliskan. Hm, engga ada salahnya percaya jodoh walaupun engga percaya cinta. Makanya ada dia. Kamu boleh engga percaya jodoh atau cinta, kamu cukup percaya dia. Karena secara tak langsung, saat kamu percaya dia, kamu percaya cinta, kamu percaya jodoh, jadi kamu engga jadi musyrik deh gara-gara engga percaya jodoh. Lho, kenapa engga percaya jodoh dibilang musyrik? Yaiyalah, soalnya kan jodoh yang nulisin Tuhan, bukan emak-babe kita, jadi sebenernya sih kalo engga percaya jodoh berarti kamu engga percaya Tuhan. Terus aku gimana? Secara aku engga percaya cinta gitu...


Well, itu kan sekarang. Makanya ada dia. Dia itu yang akan jadi orang yang mengembalikan semua kepercayaan aku itu. Aku bisa yakinin dia kalo aku bisa orang yang bisa dipercaya, jadi dia pun bisa menjadi orang yang meyakinkan aku untuk percaya padanya. Meskipun sekarang masih terlalu dini, tapi engga ada salahnya kan memulai berdoa sejak dini.


Kenapa aku bisa-bisanya bilang ini masih dini? Wah, dirinya masih abu-abu bagi aku. Perasaan aku juga masih abu-abu. Gampangnya, saat ini dia masih belum bisa membuat aku percaya padanya dan aku pun belum bisa membuat dia percaya padaku. Aku engga tau gimana caranya. Hahahahaha.. The lesson i get from this point : suatu hubungan benar-benar dimulai di saat yang tepat, bagi kedua belah pihak. Kalau belum dimulai-mulai, berarti harus sabar menunggu waktu yang tepat memulai hubungan tersebut dengan dia, atau mulai mempersiapkan waktu yang tepat untuk mencari penggantinya. Ckck. Ketidakpastian itu sebenarnya bisa membunuh seseorang lho! (It's a joke guys!!!)


Yang jelas, aku memang pasti dalam kondisi kritis kalau berhadapan dengan ketidakpastian. Ditambah lagi, aku paling tidak suka pilihan yang tidak ingin kupilih (hahahahaha.. ini mah siapa juga yang sukaaa!) So, I'm still not believing in love. But I'm on my way to trust him more.


Semoga aja sih. :p






P.S. : Ini bacaan buat yang masih single. Yang udah punya pacar, ke laut aja sana... Hahahahahahaha.. (JAHAT!!!)

Aku Tentang Cinta

Cinta adalah melihat kepada seseorang tanpa membutuhkan pengganti meskipun banyak yang serupa.


Dan cinta tak peduli akan apa yang menempel atau disanding olehnya.


Karena cinta melihat dengan hati, merasa dengan hati, menggapai dengan hati.


Maka takkanlah mudah apabila kau terus mencarinya dengan kasat mata.
Cinta itu membutakan mata.


Apabila memang ia cinta, takkah berpaling dan hanya perlu bertahan.
Bertahan agar hati tak ikut buta.


Cinta yang sesungguhnya itu menghidupkan jiwa...

Sabtu, 02 Oktober 2010

Imagine

Imagine There's No Countries 
It Isn't Hard To Do 
Nothing To Kill Or Die For 
And No Religion Too 

Imagine All The People 
Living Life In Peace
Youuuu...


You May Say I'm A Dreamer 
But I'm Not The Only One 
I Hope Someday You Will Join Us 
And The World We'll Be As One 

Imagine No Possessions
I Wonder If You Can 
No Need For Greed Or Hunger 
A Brotherhood Of Man 

Imagine All The People 
Sharing All The World 

Youuuu...

You May Say I'm A Dreamer 
But I'm Not The Only One 
I Hope Someday You Will Join Us 
And The World Will Live As One






Ngebaca liriknya ngga mungkin ngga berpendapat kalo lagu ini memiliki makna yang dalam di liriknya. Gimana ngga, secara ini lagu perdamaian gitu (kata papa), wajarlah. Apalagi kalo menghayati bener-bener liriknya pas nyanyiin lagu ini. Hmmmm, dapet banget deh feelnya. Cuma suara yang bagus tuh cukup menunjang juga. Soalnya kalo suara kamu bagus pas nyanyiin lagu ini, ngedengernya enaaaaak banget. Kan sayang juga tuh, udah ngedalemin liriknya bener-bener, nyanyiin dengan sepenuh perasaan, eh pas didenger, suaranya ngga enak. DOH! Sedih juga (kalo aku sih sedih banget).

Anyways, Semakin merasa tersentuh pas ngeliat dan ngedenger lagu ini di "Glee"! (I HAVE the Glee fever, but i tell the truth) Suara Mercedes + suara Artie yang khas dicampur dan diaduk terus diselingi sedikit suara Rachel + Finn, jadinya nikmat sekali untuk dinikmati, hihihihihihi.. Terus ditaruh di adegan yang menceritakan kalau mereka jadi ikut bernyanyi bersama anak-anak dari sekolah tunarungu, tanpa dimaksudkan bernyanyi bersama, wow! Dan semakin terasalah kalau lagu ini menekankan bahwa tidak ada perbedaan di dunia ini.

Live as one itu bukanlah hal yang mudah lho selama kita masih egois atas diri sendiri dan orang lain. Ngga usah jauh-jauh tanya orang sebelah, tanya diri sendiri aja belum tentu udah ilang itu sifat egois. Belum lagi di bumi ini banyak orang-orang yang suka rasis. Kalau inget di dunia ini masih ada banyak banget sifat-sifat yang ngga baik untuk dianut, memiliki suatu niatan baik di dalam diri sendiri aja kemudian sudah menjadi suatu anugrah. Apalagi kalau niat baik itu kemudian diusahakan oleh diri sendiri untuk direalisasikan. Small step to live as one. Exactly like the song sing...

Jumat, 24 September 2010

It's just accidentally in Passion

Why not Love? Why it become Passion? Because a Love is too hard to be passed. Too much happiness but will be so much hurt. I don't wanna pass it again, actually, so i'll just call it Passion.

Well,
entah dia orang keberapa yang membuat aku merasakan perasaan lain yang tiba-tiba datang dan memenuhi diri dengan kenyataan yang nyaman namun mengaburkan. Masih hitungan jari sih, soalnya hal-hal spesial seperti itu memang sebenarnya jarang dialami. Perasaan yang aku ingin selalu hapus karena yang kemarin berakhir penuh dengan air mata. Sehingga membuat aku lupa kalau perasaan seperti ini bisa membuat aku hidup lebih hidup. Membantuku melangkah untuk segera berlari. Berlari menyongsong masa depan, bukan berlari dari masa lalu yang selalu aku dorong diriku untuk lakukan. Sebenarnya memang perasaan ini adalah anugerah yang berharga. Aku saja yang terlalu munafik untuk menerimanya.

Akan tetapi hari ini sudah membuatku semakin membulatkan tekadku. Masa lalu adalah pelajaran, yang bukannya harus dihindari namun diterima ikhlas oleh hati. Masa kini yang kujalani tidak akan dipenuhi dengan tindakan tanpa pemikiran pasti lagi. Melangkah tegaplah karena sesungguhnya aku bisa. Menuju masa depan yang kuharapkan, dengan kemungkinan adanya dirinya. Meskipun aku tak memaksa. Aku pasti bisa menjalaninya.

I just want to meet you...

Senin, 20 September 2010

Motivated Words from Around..

I know I'm just like a "Drama Queen". So, i think it's okay i tell anything about me then. Lovely things, telling my story is. But sometimes i feel horrible when i'm doing it. But still, a lovely things if it can be a motivated for people..


Once again, it's about me.


Well,
kemaren malem aku galau tanpa alasan yang jelas. Boys? Kayaknya bukan hal yang penting untuk dipikirin di awal kuliah setelah libur lebaran gini deh. Assignments? Bukan juga, soalnya aku niat banget ngerjain tugas, everything for better assignments. Apalagi coba yang bisa bikin aku galau kecuali dua hal itu. Hm, friends? Kayaknya bukan juga. Oke aku udah lama banget ketemu salah satu temen aku dari SD dan pengen banget ketemu dua yang lain. Oke temen SMP aku kemaren habis mengabarkan berita duka. Else? Who care if there's fine about us? Akhirnya aku berusaha ngga peduli dan terus ngerjain tugas aku sambil menikmati waktu yang berlalu dari Glee. Baru deh saat aku berusaha memejamkan mata, kegundahan itu memenuhi diriku, membantuku mengantar ke alam mimpi. What a terrible way!


Morning has come and there's nothing different at all. Then Glee distracted me from that weird feeling. Not coming late in the first day even i has spent my time for looking anything about Glee first. Glee, Glee, Glee, i've got the Glee chronic. *chuckles* It's pretty good day i spent, but still, once, twice, i lost my focus. I don't like it at all. But there's the good news finally.


I got something in my 'losing focus'.
Aku ini masih mudah sekali terpengaruh omongan oranglain. Padahal hal apa yang dibilang orang lain terkadang hanya akan membuat presepsi yang belum pasti namun melekat di dalam pikiran kita. Karena saat aku duduk di sini, di depannya, aku hanya semakin mengagumi dirinya. Apa yang dari awal memang seharusnya menjadi 'A' meskipun di tengah perjalanan berubah menjadi 'B', pada akhirnya akan tetap 'A'. Back again, like in the Glee. Let you think on your own about my words.
Yang perlu dilakukan aku sekarang bukanlah menyesal karena tidak melakukan hal yang seharusnya aku lakukan sejak dahulu kala, juga bukan menyesal karena seringkali melupakan sendiri intisari-intisari kehidupan yang aku temukan di jalanku ini, melainkan terus menanamkan keyakinan dalam hati ini. Bahkan saat aku menulis ini, aku harus terus memikirkan apa yang aku pikirkan dan sedang aku tuliskan ini. Inilah yang harus terus ditanamkan :
Aku akan selalu berusaha dengan baik mengeluarkan yang terbaik yang aku mampu, untuk menghasilkan hasil yang baik, yang akan mempengaruhi diriku dan orang-orang sekitarku, tentang kebaikan yang ada di dalam diri kami ataupun yang ada di sekitar kami, dan akan juga mempengaruhi masa depan yang sesaat kemudian akan kami pijak, menghasilkan langkah yang baik, dengan hanya akan mengenal penyesalan.
Aku tau perkataan yang merupakan hasil dari pemikiranku ini mungkin bukanlah hal yang dapat menyenangkan semua orang, namun keadaanku yang menghasilkan hal tersebut dan niat pada diriku untuk selalu menanamkan hal yang kudapatkan itu paling tidak akan menjadi penyemangat dan penggerak di dalam diriku saat ini. Tidak menyalahkan oranglain atau keadaan hanya karena kita sedang menyesal. Do your best! Kata-kata yang sering terlupa namun seharusnya selalu ada.


Um, actually, i also realize about another thing too. There's my empty heart. I don't have anything like before in my heart. Any feeling about having crush just lost i don't know how. There're just curious about around here right now. Not the passion that i really am looking for. Nope.


As a drama queen, maybe i'm a wise one. Because the truth is there're still a lot i've got, but wisely i said it's enough words here to share to you. Hey, we need to control ourselves so much! That's why...

Senin, 23 Agustus 2010

tiga yang terjadi selama ini

ini ada hubungannya dengan perasaan yang sering dibilang-bilang sebagai cinta. yang sering diagung-agungkan sebagai cinta. meskipun padahal sebenarnya hanya perasaan sesaat. bukan yang long lasting time seperti yang sebenarnya diinginkan. ada tiga hal yang sama sekali tidak mengundang simpati untuk bertandang kepada cinta.


aku tak bisa kalau tak ada dia. entah mengapa dunia lebih terasa baik adanya jika ada dia. entah malam jadi buram apabila tak ada dia. entah siang jadi tak bersinar kalau ia tak ada. aku pun jadi tergantung akan dirinya..


aku tak bisa kalau ia pergi. hati ini sulit untuk menghapus bayangannya. malam terasa penuh akan gambaran dirinya. siang menjadi perwujudan senyumnya. hati ini pun sulit untuk melupakan dirinya..


aku paling tak suka menarik perhatian orang yang disukai temanku sendiri. karena bukan ia yang akan kumenangi saat berdiskusi. bukan ia yang akan menjadi alasan pertengkaran yang mungkin akan terjadi. dan bukan temanku yang seharusnya sakit saat ini. tidak ada dalam hidupku niat untuk merebut pujaan hati teman sendiri..




makanya memang cinta itu ngga boleh terlalu mengharapkan. cinta itu harusnya dibiarkan. karena belum tentu perasaan yang sekarang adalah perasaan yang sesungguhnya.


Jadi,
...
...
...
tanyalah pada hati...

Rabu, 18 Agustus 2010

Nimbrung Pembicaraan Tentang Jodoh

Kejadiannya tuh hari senin lalu. Setelah berbuka puasa bersama teman-teman sejurusanku itu, kami melanjutkan ke Salman untuk sholat Magrib (masih inget banget tuh kita sholat nya udah mepet-mepet waktu Isya sampe-sampe aku mempertanyakan, ini mesjid rame gara-gara masih banyak yang ngebut sholat Magrib ato dipenuhi oleh jamaah sholat Isya, hahahahahahahaha). Lalu aku bertemulah dengan sahabat yang mengisi kamar depan kamar kosan aku. She's the one who had the conversation later.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya aku berpisah di Salman itu dengan teman-teman sejurusanku dan memutuskan untuk pulang bersama si Lebah ini (sekali-kali pengen pake nama samaran, biar seru!). Karena si Lebah sedang dalam urgency situation, jadi kami pun (yap, aku ngga cuma pulang berdua sama si Lebah, tapi juga sama si Kiting dan adek angkatan mereka) sepakat untuk naik angkutan saja. Jadilah kami berjalan menuju kampus lagi. Lalu karena aku ingin membeli makanan terlebih dahulu, mereka pun menunggu aku. Saat aku selesai membeli makan, pembicaraan ini sudah dimulai (sepertinya).

Entah Kiting yang bertanya pada Lebah atau sebaliknya, yang jelas mereka berdua asik berdiskusi sembari ditonton oleh si adek ini. Bertambahlah aku sebagai penonton juga, namun penonton yang cukup cuek apabila dibandingkan oleh si adek karena aku juga sedang sibuk memakan jajananku. Tapi ternyata kemudian yang mereka bahas adalah apa yang sedang begitu aku butuhkan saat ini. That was so much great! Berhubung aku udah cukup lupa siapa yang ngomong apa, jadi aku ceritain intinya aja yap.

Well, merasa ngga sih kalau kita ini sering mempertanyakan perihal jodoh atau pasangan hidup? In my case, malahan lebih sering menduga-duga tentang ini-itu. Although moreless we can handle or control it, but sometimes, again in my case, sering pula ada kegoyahan. Faktanya, berdasarkan apa yang disampaikan oleh ustadz yang mengisi ceramah buka puasa sore hari itu di Salman, jodoh adalah yang tidak terduga, well ini biasa, namun tak terduga ini adalah bentuk perwujudan dari doa-doa permintaan jodoh kita selama ini. Dengan catatan, doa-doa yang dipanjatkan selama ini benar-benar serius dari hati yang paling dalam. Jadi misalnya meskipun si A sekarang jauh banget dari kriteria jodoh idaman kita, seiring berjalanannya waktu nanti, insyaallah si A ini bisa menjadi orang yang sesuai dengan doa yang kita panjatkan, apabila memang ia jodoh kita. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya.

Jadi kalau kita meminta jodoh yang baik kepada Allah SWT, insyaallah Allah akan memberikan jodoh yang baik, yang kemudian akan menjadi suami yang insyaallah begitu baik pula. Karenanya, setelah memanjatkan doa untuk mendapatkan jodoh yang baik, maka sebagai calon istri dari suami yang begitu baik, kita sebagai wanita pun harus bisa membentuk diri menjadi wanita yang baik pula sehingga kelak akan bisa mendampingi kebaikan suami kita tersebut. =) insyaallah. amin.

But really, insyaallah aku pun akan menjadi istri yang baik di kemudian hari...

Minggu, 15 Agustus 2010

Breakaway. ♥♥

Yap. Itu judul lagu yang dibawain sama Kelly Clarkson whom i adore so much about her voice and songs. Ngga cuma itu sih yang menurut aku special banget dari lagu ini. Jadi, lagu ini sering dijadikan background music serial TV gitu (kayaknya sih ya :p) dan soundtrack dari Princess Diaries. I love the song and the movie. Double crushing ♥♥


Dan kalau aku meresapi lebih dalam (sembari mendengarkan lagunya) ada perasaan lain yang timbul. You really got the feeling, if you can. And so indescribable. ♥♥ I love this feeling. Making me just being like me..

A song, a movie, or a story (either in novel or else) could change our mind actually. And really fill something in our heart..


Breakaway - Kelly Clarkson
***
Grew up in a small town
And when the rain would fall down
I'd just stare out my window

Dreaming of what could be
And if I'd end up happy
I would pray

Trying hard to reach out
But when I'd try to speak out
Felt like no one could hear me

Wanted to belong here
But something felt so wrong here
So I pray
I could breakaway

I'll spread my wings and I'll learn how to fly
I'll do what it takes ?til I touch the sky
And I'll make a wish, take a chance, make a change
And breakaway

Out of the darkness and into the sun
But I won't forget all the ones that I loved
I'll take a risk, take a chance, make a change
And breakaway

Wanna feel the warm breeze
Sleep under a palm tree
Feel the rush of the ocean

Get onboard a fast train
Travel on a jet plane, far away
And breakaway

I'll spread my wings and I'll learn how to fly
I'll do what it takes 'til I touch the sky
And I'll make a wish, take a chance, make a change
And breakaway

Out of the darkness and into the sun
I won't forget all the ones that I loved
I gotta take a risk, take a chance, make a change
And breakaway

Buildings with a hundred floors
Swinging 'round revolving doors
Maybe I don't know where they'll take me but
Gotta keep moving on, moving on
Fly away, breakaway

I'll spread my wings and I'll learn how to fly
Though it's not easy to tell you goodbye
I gotta take a risk, take a chance, make a change
And breakaway

Out of the darkness and into the sun
But I won't forget the place I come from
I gotta take a risk, take a chance, make a change
And breakaway,
breakaway,
breakaway..
***

Di pikiranku, lagu ini seringkali terasa menggambarkan kehidupan seorang pengelana yang masih terpenjara di sebuah singgasana nyamannya. Pengelana yang masih berusaha hidup di dalam alur kehidupan yang menurutnya benar saat ini. Dimana sang pengelana selalu diberikan penjelasan bahwa memang singgasana itulah hidupnya. Namun tak ada satupun orang yang menghentikan mimpinya. Meskipun orang terdekatnya sampai menganggapnya memiliki suatu dunia sendiri, namun sang pengelana tak berhenti bermimpi. Hebatnya lagi, saat ia menceritakan mimpinya kepada orang-orang terdekatnya ini, mereka tetap mendukungnya. Pengelana yang ingin berkelana namun seringkali susah untuk meninggalkan orang-orang yang disayanginya dan menyayanginya ini. Akan tetapi, tetap, pengelana berusaha, di atas singgasananya, untuk dapat mewujudkan mimpinya. Dan singgasanya takkan pernah ia buat nyaman seperti seharusnya. One day, pengelana pasti bisa pergi.

Selain itu, entah mengapa aku selalu merasa seperti sedang di pinggir pantai saat aku mendengarkan lagu ini. Memandangi langit biru, menghirup udara pantai, dan merasakan angin membelai wajah dan pakaianku. Dan aku merasa begitu bebas...


It's really so me.. ♥

Kamis, 12 Agustus 2010

Realize.

Hei aku baru inget lagi. Selama ini di komik komik ato cerita manapun yang aku baca, yang akhirnya happily ever after itu pasti tokoh utama sama seseorang yang emang udah 'klik' sama dia. Dan karena temen aku bilang, "Kalo engga ada 'klik' jangan sampe jadian Nul, ntar cuma bentaran, cepet putusnya," huoh, aku pun tersadar ternyata ini yang selama ini aku lupakan. Ditambah lagi, tadi sore salah satu temen yang jomblo bilang, "Iya salah satu syarat ajojing kan hubungan yang serius." Hmm. Allright, entah karena aku memang sudah 'losing my mind' atau emang aku amnesia tingkat paling tinggi, yang jelas aku bener-bener lupa tentang perasaan untuk mendapatkan 'klik'. Hahahahaha..

Yah, paling ngga sekarang aku jadi semakin sadar kalau memang tidak ada alasan untuk galau cuma gara-gara mikirin masalah yang sebenernya ngga ada, tentang mencari pasangan hidup ini. Well, okay i'm looking for that, but i think i'll just let it flow, karena ternyata akunya sendiri sepertinya tidak terlalu merasa peduli. Di dalam hati kecil. Huoh, jangan sampe selama ini cuma seupil ego semata. Cih, aku memang egois nyah. nyahahahaha..

Jadi sekarang ngga ada alasan menggalau gara-gara cowok deh. Yah, ngga ada alibi deh. Jadi sekarang apa dong alasan aku galau? Hoh.

Jumat, 09 Juli 2010

Sebenarnya mereka siapa.. ?

Aku jadi berpikir.
Hei, kamu sebenarnya masih belum terlalu mengenal mereka lho. Hei, ingat apa yang telah kamu alami kemarin kemarin, dulu dulu. Hei, sepertinya kamu tidak jera.


Aku baru saja mengenal mereka. Rasanya dulu kami tak seperti ini, namun kini sudah jauh lagi. Aku terkadang tak mengerti ada hubungan apa di antara kami, namun rasanya semua ini cukup nyaman di hati. Apakah semua ini terjadi tanpa resiko, mungkin seperti hadiah untukku setelah bertahan kemarin lalu itu? Bukan sepertinya, karena sebenarnya tak ada hal yang tak beresiko, begitu pula dalam hal ini. Tak ayal resiko ini sering muncul dan meresahkan, mungkin hanya padaku tidak kepada mereka.


Tadi ada pemikiran seperti ini :
Dulu mengenal saja tidak. Dulu tahu saja tidak. Apalagi akrab. Meskipun sekarang masih sering banyak muncul pertanyaan, namun dulu ada pertanyaan lebih banyak lagi. Tapi satu yang selalu pasti dan belum pernah berubah sejauh ini, mereka berada di satu lingkup yang aku sangat hargai.


Lalu sekarang yang sangat aku rasakan adalah seperti ini :
Aku tentu senang berada dekat mereka dan bisa begitu mudah bersama mereka. Meskipun sebenarnya aku juga masih belum terlalu mengenal mereka jauh jauh lagi. Namun mungkin justru karena aku tidak berniat melangkah lebih dalam lagi, sampai sekarang aku masih bisa mengatasi semuanya dengan cukup baik. Tak jarang sih aku kesal, sebal, bertanya-tanya tentang mereka. Namun karena yang mengalami diriku, jadi semuanya bisa dengan mudah menguap saat mereka terasa sangat nyata di sampingku.


Apa yang sebenarnya ingin aku sampaikan di sini?


Aku senang memiliki kalian. Terakhir kali aku merasakan seperti ini, aku dikecewakan besar-besaran. Tapi pengalaman seperti itu yang seharusnya bisa membuatku lebih dewasa. Jadi, kini aku sedih karena aku begitu merasa senang. Aku percaya kalau kita masih bisa bersama, halang-rintang apapun takkan membuat kita jauh. Namun tetap saja, aku punya kalian, baru merasakan, dan kini sudah datang waktu kalian melangkah pergi. Pelajaran yang lain yang akan membantuku menjadi lebih dewasa.


Hahahahahahaha..
Glad to know you,
Happy to see you,
Thank you..


Vielen Dank! (=

Senin, 07 Juni 2010

Arti Kuliah yang Sesungguhnya...?

Pukul satu siang ini adalah kuliah terakhir. Bersemangat kuliah karena memang mata kuliah yang menarik minat saya. Tak peduli bahwa jam tersebut adalah saat yang rawan kantuk. Sebenarnya lupa akan hal tersebut. Dan saya masuk ke dalam kelas, tentunya setelah pak dosen sudah masuk terlebih dahulu, kemudian saya menempati salah satu kursi di samping teman baik saya. Sudah lama tak bergurau bersama, hihihihihi... Pelajaran yang diminati dan teman yang bersahabat tentunya kombinasi yang mendukung untuk menempuh kuliah dua jam ke depan. Nah, faktor yang saya lupakan ini yang benar-benar saya lupakan sehingga tidak masuk hitungan. Entah baru lima atau sepuluh menit pak dosen berbicara di depan kelas, saya sudah mengantuk. Saat itulah saya baru ingat kalau ada yang saya lupakan.




Duduk di barisan bangku terdepan bersama jajaran teman-teman yang rajin, saya pun berusaha memperhatikan pak dosen dengan beeeeeegitu saksama. Meskipun mengantuk. Ibaratnya cerita komik, mungkin mata saya ini sudah digambarkan hampir tertutup namun diganjal dengan satu batang korek api di masing-masing mata agar tetap terbuka. Batang korek itu selalu hampir kalah dengan kekuatan otot mata, namun ternyata hingga kuliah berakhir ia-lah pemenangnya. Namun bukan batang korek api yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Ini, hanya sebuah plorog.. :D




Saya melihat pak dosen, layar powerpoint, dan papan tulis. Buku-buku di hadapan saya seperti sudah tidak ada gunanya karena terlalu mengantuknya saya. Sambil menikmati kantuk yang datang dengan riang namun harus saya lawan, saya berpikir. Tentang kuliah. Yang pertama terbesit di pikiran saya, apa coba sebenarnya tujuan saya kuliah? Ah, pertanyaan kuno memang. Tapi muncul kembali karena hasil tidak baik yang saya dapatkan pada semester lalu.


Menurut blog salah satu teman sejurusan saya, hanya 1% manusia di dunia yang memiliki kesempatan untuk duduk di bangku kuliah. HANYA segitu. Padahal saya kira cukup banyak jumlahnya. Dan hal tersebut berarti saya termasuk dalam kelompok minoritas. Bukan, bukan, saya bukan mempermasalahkan golongan minoritas-mayoritasnya, namun kenyataan bahwa mahasiswa sebenarnya kaum minoritas. Ah, saya jadi mengerti mengapa suara mahasiswa sering terdengar begitu kritis dan istimewa. Ternyata sepertinya bukan karena seorang MAHAsiswa namun karena golongan mahasiswa adalah minoritas. Mungkin, sebenarnya ini juga hanya pendapat saya.


Lalu kembali lagi kepada pertanyaan yang sering ditujukan kepada kaum minoritas ini, apa sebenarnya tujuan mahasiswa duduk di bangku kuliah? Untuk menyandang gelar mahasiswa? Tak mungkin. Agar suaranya didengar? Itu manfaat menjadi mahasiswa, bukan tujuan. Lalu apa? Jawaban klisenya tentu agar bisa bekerja di tempat ini-tempat itu, atau agar bisa menjadi ini-menjadi itu. Bisa juga karena ingin menjadi orang berpendidikan tinggi. Lalu?


Percaya tidak kalau saya bilang semua alasan itu jadi terdengar klise kalau sudah duduk di bangku kuliah? Ah, atau untuk orang seperti saya, alasan tersebut entah mengapa menjadi begitu klise. Bagaimana bisa? Karena saya ternyata termasuk mahasiswa yang senang melihat nilai A di transkip nilai saya. Dan begitu nilai itu tak ada, air mata saya akan mengalir sederas-derasnya. Kurang lebih seperti itulah gambarannya. Dan untuk selanjutnya, saya senang sekali bisa menjadi mahasiswa yang mencari jalan untuk mudah mendapatkan A. Paket A istilahnya. Apa isi paket A? Ayam goreng-kah? Sayangnya kampus saya bukan KFC, McD, atau restoran fast food lain yang sejenisnya. Paket A ini adalah kumpulan mata kuliah yang mudah mendapat nilai A. Dan secara otomatis, saya pun takut mengambil kuliah di luar paket A. Saya jadi begitu terobsesi dengan paket A.


Saya bisa simpulkan sendiri, kalau saya seperti itu terus saya gila. Meskipun saya tau bangkit tak mudah, saya harus bisa bangkit. Bangun dari tidur. Capek tidak sih bermimpi terus tanpa merasakan kenyataan yang sesuai dengannya? Jadi tidak bahagia sendiri kalau kasusnya seperti ini. Hebatnya, saat ini ternyata saya tetap bisa berlari. Nekat istilahnya. Tidak berada di jalur seperti teman-teman saya yang biasanya. Jadi saya tidak gila sepenuhnya. Saya akan kembali seperti semula. Lebih baik bahkan kalau bisa.


Mengenai nilai, hasil, indeks prestasi, semua ini hanya untuk mengingatkan mahasiswa-mahasiswa yang sering terlupa tujuan mereka ada. Sering-seringlah mengasah kemampuan diri. Jangan lupakan tujuan kita!
Yahh, meskipun saat ini, saya sendiri sedang tersesat, hahahahahaha...




Just do what you wanna to do,
Never stop doing something,
Keep making your life better!!!




Even You're just Nothing

Kamis, 03 Juni 2010

Jurang Kehidupan

siapa sih yang tak tau mengenai perbedaan antara si miskin dan si kaya?

well, menurut saya, zaman sekarang memang hal seperti itu memang sudah tidak berlaku lagi. kalo sampe ada orang yang masih membedakan seperti itu, berarti dia norak.

sayangnya, fasilitas dan kemampuan antara si miskin dan si kaya ini memang berbeda.
ah, saya ngga suka berkata si miskin dan si kaya, bagaimana kalau kita ganti dengan aku dan kamu. aku si miskin, kamu si kaya.

aku menggunakan pakaian seadanya. yang bermodel juga mungkin mampunya beli yang murah, yang bekas di gede bage (Bandung). sepatu, hmmm, berapa tahun sekali ya belinya? sedangkan kamu, menggunakan pakaian dengan merk terkenal, kadang kw1 kadang juga beli kw-sekian-nya. sepatu kamu keren, atau kalaupun beli yang murahan, kamu sering sekali berganti sepatunya. ini contoh mudahnya.

itu hanya sekilas perbedaan fisik. sebenarnya saya ingin membahas mengenai kemampuan mereka yang terbatas. tentu saja, dasar perbedaan aku dan kamu adalah kemampuan uang, makanya kemampuan pun menjadi yang tak kasat mata namun terasa sekali perbedaannya.

mungkin kalau untuk hal yang hura-hura tidak terlalu penting merasa berbeda seperti itu. hei, bukannya justru bagus, di saat semua orang seperti kamu terbawa ajakan untuk berhura-hura, orang seperti aku menolak karena tak mampu tetapi hal itu menjadikan aku tidak menghabiskan waktu sia-sia. menurut aku seperti itu. hura-hura ngga penting. 

akan tetapi untuk masalah kemampuan akademik (lagi-lagi contoh mudahnya), miris sekali melihat orang yang berpotensi tidak mampu meneruskan pendidikan lebih tinggi karena ketidakmampuannya itu. dan orang yang berpotensi itu biasanya seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. maka orang tersebut akan berusaha pasrah dan ikhlas menerima keadaannya, insyaallah.

saya sungguh tertohok dengan keadaan seperti itu. akhir-akhir ini tak jarang saya menemui hal-hal seperti ini. saya ingin membantu tapi saat ini saya belum bisa membantu dengan tangan saya sendiri. selain itu, mereka pun berusaha keras mencari bantuan. insyaallah berhasil. insyaallah semuanya berjalan lancar bagi mereka. doa untuk mereka penting adanya.

semangat teman!